MENGGAPAI RIDHA ALLAH DENGAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

oleh -10391 Dilihat
oleh

BENTUK-BENTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

1.Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik.

Didalam hadits Nabi n disebutkan, bahwa memberi kegembiraan kepada seorang mukmin termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberi kegemberiaan kepada kedua orang tua kita.

2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut.

Hendaknya dibedakan adab berbicara antara kepada kedua orang tua dengan kepada anak, teman atau dengan yang lain. Berbicara kepada kedua orang tua hendaknya dengan perkataan yang mulia.

3.Tawadhu` (rendah diri).

Tidak boleh kibr (sombong) apabila sudah meraih sukses atau memenuhi jabatan di dunia, karena sewaktu lahir, kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan, kita diberi makan, minum, pakaian oleh orang tua.

4.Memberi infaq (shadaqah) kepada kedua orang tua,

karena pada hakikatnya semua harta kita adalah milik orang tua. Oleh karena itu, berikanlah harta itu kepada kedua orang tua ketika mereka meminta ataupun tidak.

5.Mendoakan kedua orang tua.

 ……Wahai, Rabb-ku. Kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil. (QS Al Isra’ 24)

Seandainya orang tua masih berbuat syirik serta bid’ah, kita tetap harus berlaku lemah lembut kepada keduanya, dengan harapan, agar keduanya kembali kepada tauhid dan Sunnah.

Bagaimanapun, syirik dan bid’ah adalah sebesar-besar kemungkaran, maka kita harus mencegahnya semampu kita dengan dasar ilmu, lemah-lembut dan kesabaran. Sambil terus berdoa siang dan malam, agar orang tua kita diberi petunjuk ke jalan yang benar.

Apabila kedua orang tua telah meninggal,

  • Maka yang pertama kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah k dengan taubat nasuha (benar), bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.
  • Yang kedua, yaitu menshalatkannya.
  • Ketiga, selalu memintakan ampunan untuk keduanya.
  • Keempat, membayarkan hutang-hutangnya.
  • Kelima, melaksanakan wasiat sesuai dengan syariat.
  • Keenam, menyambung tali silaturahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.

Semoga dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam tersebut, kita dimudahkan oleh Allah dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Semoga salam dan shalawat Allah curahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.Akhir dakwah kami, alhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

  • Diangkat dari Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah,  Yazid Abdul Qadir Jawas, Cet. Pertama, Syawal 1423H/ Desember 2002, Pustaka at Taqwa, Bogor, Jawa Barat)

Tentang Penulis: Redaksi

Majalah As-Sunnah adalah majalah dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang terbit setiap awal bulan, insyaallah. Menyajikan materi – materi ilmiah berdasarkan pemahaman para salafush sholih, dari narasumber dan referensi yang terpercaya. Majalah As-Sunnah, pas dan pantas menjadi media kajian ilmiah keislaman Anda!