Manna dan Salwa Nikmat Yang Tidak Disyukuri Bani Israil

oleh -266 Dilihat
oleh

Setelah Allâh menetapkan hukuman bagi Bani Israil, maka berjalanlah mereka di padang Tiih selama 40 tahun, namun Allâh tetap mencurahkan kenikmatan-Nya kepada Bani Israil, dan dengan rahmat Allâh tersebut, Bani Israil hidup tenang di Padang Tiih, meski bertahun-tahun berputar-putar di padang tersebut. Namun ternyata Bani Israil mengkufuri nikmat-nikmat yang ada. Dan hal ini adalah merupakan kedzaliman mereka terhadap diri mereka sendiri, karena dampak kezhaliman itu kembali kepada mereka.

Allah  سبحانه وتعالى  menyebutkan kenikmatan-kenikmatan-Nya kepada mereka dalam fi rman-Nya سبحانه وتعالى  ;

يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ قَدْ اَنْجَيْنٰكُمْ مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوٰعَدْنٰكُمْ جَانِبَ الطُّوْرِ الْاَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰى

Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian Manna dan Salwa. (QS. Thaha/20:80)

Dalam surat al-Baqarah Allâh  سبحانه وتعالى berfirman:

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَاَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰى ۗ كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ ۗ وَمَا ظَلَمُوْنَا وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

Dan kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “Manna” dan “Salwa” makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.(QS. Al-Baqarah/2:57)

Dan Allâh  سبحانه وتعالى berfirman :

وَقَطَّعْنٰهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ اَسْبَاطًا اُمَمًاۗ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اِذِ اسْتَسْقٰىهُ قَوْمُهٗٓ اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْحَجَرَۚ فَانْۢبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًاۗ قَدْ عَلِمَ كُلُّ اُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْۗ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَاَنْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰىۗ كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْۗ وَمَا ظَلَمُوْنَا وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu!.’ Maka memancarlah dari padanya dua belas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka Manna dan Salwa. (Kami berfi rman): ‘Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu.’’ Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri. (QS. Al-A’raf /7:160)

DIANTARA KENIKMATAN ITU ADALAH MANNA DAN SALWA

Pada tiga ayat di atas Allâh  سبحانه وتعالى mengingatkan di antara kenikmatan yang Allâh  سبحانه وتعالى  berikan kepada Bani Israil, yaitu menyelamatkan mereka dari musuh-musuh mereka dan menghindarkan mereka dari kesusahan dan kesulitan. Selain itu, Dia juga menjanjikan kepada mereka bahwa mereka akan ditemani oleh Nabi-Nya sampai sebelah kanan gunung Sinai, agar turun kepadanya hukum-hukum yang di dalamnya terdapat kemaslahatan bagi mereka di dunia dan akhirat, Dia menurunkan makanan pada saat mereka dalam perjalanan yangmenyusahkan di muka bumi yang tidak terdapat tanaman atau pepohonan sama sekali, yaitu berupa manna (makanan manis seperti madu) dari langit. Mereka bangun pagi dan, mendapatkan manna sudah berada di tengah-tengah mereka. Lalu mereka mengambil sesuai dengan kebutuhan mereka pada hari itu sampai keesokan harinya. Dan barang siapa menyimpan lebih banyak dari yang dibutuhkan, maka makanan itu akan busuk. Dan barang siapa yang mengambil tidak terlalu banyak, maka yang demikian itu sudah cukup baginya. Manna itu berwarna sangat putih dan sangat manis. Dan jika siang hari tiba, mereka didatangi burung-burung Salwa, lalu mereka menyembelihnya sesuai dengan yang dibutuhkan.

Dan jika musim panas berlalu, Allâh  سبحانه وتعالى  langsung menaungi mereka dengan awan, yang melindungi mereka dari terik matahari. 1

Dengan demikian itu Allâh D mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan kepada mereka, dimana mereka diberikan kemudahan untuk mendapatkan manna dan salwa, yaitu dua macam makanan yang lezat tanpa harus mengeluarkan tenaga dan biaya untuk mendapatkannya. Karena Allâh  سبحانه وتعالى  telah menurunkan manna pada pagi hari, dan kemudian mengirimkan salwa pada sore hari kepada mereka.

KETIDAKSABARAN BANI ISRA’IL

Manna dan Salwa adalah nikmat Allâh سبحانه وتعالى  yang sangat luar biasa besarnya, namun mereka tidak memeliharanya dan tidak pula mensyukurinya. Malah mereka merasa sempit dan cepat bosan dengan kenikmatan tersebut, sehingga mereka menantang dan meminta Nabi Musa agar mengeluarkan jenis makanan yang lainnya untuk mereka. Mereka berkata “Wahai Musa, kami tidak lagi bisa tahan terhadap satu jenis makanan yang itu-itu saja tanpa pernah ada perubahan dari hari ke hari. Oleh karena itu, mohonlah kepada Rabbmu agar mengeluarkan untuk kami dari tumbuhan bumi makanan yang berupa sayur-sayuran, ketimun, biji-bijian yang bisa dimakan, kacang adas, dan bawang.” Mereka meminta agar Manna dan Salwa diganti saja, dengan tumbuh-tumbuhandan sayur mayur yang tumbuh di tanah di mana mereka berada.

Perkataan mereka ini Allâh  سبحانه وتعالى   kabarkan dalam firman-Nya,

وَاِذْ قُلْتُمْ يٰمُوْسٰى لَنْ نَّصْبِرَ عَلٰى طَعَامٍ وَّاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ مِنْۢ بَقْلِهَا وَقِثَّاۤىِٕهَا وَفُوْمِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۗ قَالَ اَتَسْتَبْدِلُوْنَ الَّذِيْ هُوَ اَدْنٰى بِالَّذِيْ هُوَ خَيْرٌ ۗ اِهْبِطُوْا مِصْرًا فَاِنَّ لَكُمْ مَّا سَاَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ ࣖ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja, oleh sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabbmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” Musa berkata, “Maukah kamu mengambil yang lebih rendah sebagai ganti dari yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta !” Lalu ditimpahkanlah kepada mereka kenistaan dan kehinaan, serta mereka mendapat murka dari Allâh. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allâh dan membunuh para nabi tanpa sebab yang benar. Yang demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah/2:61)

Nabi Musa عليه السلام mencela sekaligus memperingatkan ucapan mereka tersebut seraya berkata,”Maukah kalian mengambil sesuatu yang rendah sebagai ganti yang lebih baik?” “Pergilah kalian ke suatu kota pasti kalian memperoleh apa yang kalian minta.” Musa menyuruh mereka untuk turun dari lembah itu menuju kota mana saja, pastimereka akan mendapatkan sekian banyak makanan yang mereka inginkan, yang terdapat di ladang-ladang dan pasar-pasar. Maka ketika mereka turun ke kota itu, menjadi jelaslah bagi mereka bahwa sebenarnya mereka hanya mendahulukan pilihan mereka daripada pilihan Allâh. Mereka lebih mementingkan hasrat mereka daripada apa yang telah Allâh pilihkan untuk mereka. Oleh karena itu, pantaslah jika mereka diliputi kehinaan dan kefakiran jiwa. Mereka pun menerima kemurkaan Allâh karena telah berpaling dari agama Allâh dan membunuh para nabi secara zhalim serta penuh permusuhan. 2

Semua sifat yang terdapat pada diri mereka tersebut menunjukkan bahwa mereka tidak menjauhkan diri dari larangan Allâh, mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. Sebagaimana yang difi rmankan Allâh  سبحانه وتعالى :

كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْۙ وَلَا تَطْغَوْا فِيْهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيْۚ وَمَنْ يَّحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِيْ فَقَدْ هَوٰى

Dan janganlah kalian melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpa kalian. Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku sesungguhnya binasalah ia (QS.Thaha/20:81)

Mereka benar-benar akan binasa dengan keadaan mendapatkan murka dari Allâh Yang Mahaperkasa.

Tetapi Allâh سبحانه وتعالى menggabungkan ancaman keras tersebut dengan harapan bagi mereka yang mau bertaubat dan tidak mau mengikuti syaithan di mana Dia berfi rman (yang artinya); Dan sesungguhnya Aku maha pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih . kemudian tetap dijalan yang benar.(QS. Thaha/20:82) 3

Demikianlah Bani Israil, bangsa yang sangat pembangkang dan tidak bersyukur. Sehingga mereka dibinasakan dan disiksa oleh Allâh  سبحانه وتعالى  . Kita memohon keselamatan kepada Allâh  سبحانه وتعالى dari berbagai musibah. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialami oleh Bani Israil.

FAEDAH DARI KISAH INI

  1. Besar dan banyaknya kenikmatan Allâh atas Bani Israil, tetapi hal itu tidaklah menambahkan kepada mereka kecuali kekufuran dan kedurhakaan.
  2. Luasnya kelembutan dan rahmat Allâh kepada hambanya walaupun dosa mereka banyak. 4
  3. Ayat-ayat ini dan yang semisalnya diarahkan kepada Bani Israil yang ada pada masa turunnya al-Qur’an. Mereka merasa memiliki keutamaan yang lebih dari Nabi Muhammad ﷺ dan orang-orang yang beriman. Mereka membanggakan nasab dan menganggap diri mereka suci, karena itu, Allâh menerangkan keadaan para pendahulu mereka untuk menampakkan bahwa pendahulu mereka bukan orang-orang yang sabar dan tidak memiliki akhlak mulia serta amalan yang tinggi. Maka bila demikian keadaan para pendahulu mereka, bagaimana pula halnya dengan orang-orang yang ditujukan dialog ini kepadanya?
  4. Nikmat Allâh kepada orang-orang yang terdahulu dari suatu bangsa adalah nikmat yang dirasakan pula oleh orang-orang yang datang belakangan. Demikian juga kebaikan yang dikerjakan sebagian dari mereka, kemaslahatannya juga kembali kepada seluruhnya. Demikian pula mudarat akibat kejahatan yang dikerjakan oleh sebagian dari bangsa itu, kembali kepada seluruhnya.
  5. Perbuatan jelek mereka itu sebagian besarnya tidak mereka ingkari. Padahal orang-orang yang tidak mengingkari, membiarkan bahkan meridhai sebuah kemaksiatan adalah rekan bagi orang yang bermaksiat.
  6. Ada sebagian orang yang lebih memilih makanan dan minuman yang haram atau menjijikkan, dari pada makanan dan minuman yang halal dan thayyib (baik). Sebagaimana Bani Israil mereka meminta jenis-jenis makanan yang rendah, padahal mereka sedang dalam kehidupan yang menyenangkan dan memiliki makanan yang enak lagi baik dan bermanfaat.

 

Footnote:

1 Shahih Qashash al-Anbiya, hlm 317-318

2 Lihat Tafsir Muyassar, hlm 9

3 Shahih Qashash al-Anbiya, hlm 3194 Point 1 dan 2

4 lihat Mukhtashar Fii Tafsir al-Qur’an, hlm 8

 

Majalah As-Sunnah EDISI 12 / TAHUN XXIII / 1441 H / 2020 M

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Majalah As-Sunnah adalah majalah dakwah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang terbit setiap awal bulan, insyaallah. Menyajikan materi – materi ilmiah berdasarkan pemahaman para salafush sholih, dari narasumber dan referensi yang terpercaya. Majalah As-Sunnah, pas dan pantas menjadi media kajian ilmiah keislaman Anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.