هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِنْسَانِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْـًٔا مَّذْكُوْرًا (١) اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ Bacalah

Bagian Kedua dari 2 Tulisan Berikut kami sajikan lanjutan penjelasan hadits Qudsi tentang Larangan Berbuat Zhalim yang dimuat dalam Majalah As-Sunnah edisi

Pada edisi terdahulu kami telah menjelaskan shalat Sunnah Rawâtib, yang pelaksanaannya sangat dianjurkan. Karena Sunnah Rawâtib itu sebagai pelaksanaannya sangat dianjurkan. Karena

Diterjemahkan oleh Abu Isma’il Muslim al-Atsari, dari makalah berjudul ‘’Inil-Hukmu illa lillâh’’ dan ‘’Wa man Ahsanu minallâhi hukman’’, dari kitab al-Maqalât as-Salafiyah

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.