Website Resmi Majalah As-Sunnah
Upaya Menghidupkan Sunnah

RIDHA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA SEGALANYA

0

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗوَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Allâh menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allâh adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (QS. at-Taubah/9: 72)

Dalam ayat di atas, Allâh Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan dengan jelas, “Ridhwân dari Allâh itu lebih besar “. Di sini, tidak disebutkan ridhwân Allâh itu lebih besar dari apa? Tidak disebutkan pembandingnya. Ini menunjukkan bahwa ridhwân Allâh itu merupakan anugerah terbesar, mengalahkan semua anugerah lainnya. Sekaligus menjelaskan betapa besar dan agungnya ridhwân Allâh. Ridhwân Allâh itu lebih besar dari semua kenikmatan dan karunia lainnya. Karena ridhwân Allâh merupakan salah satu dari sifat Allâh. Sedangkan surga dan semua kenikmatannya, itu tidak lain adalah satu makhluk di antara makhluk-makhluk Allâh yang ada. Maka ridhwân Allâh lebih besar dari surga, lebih besar dari semua kenikmatan di dalamnya.
Ini didukung oleh hadits-hadits dari Nabi ﷺ . Diantaranya:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ لِأَهْلِ الْجَنَّةِ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ فَيَقُولُونَ لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ فَيَقُولُ هَلْ رَضِيتُمْ فَيَقُولُونَ وَمَا لَنَا لَا نَرْضَى وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ فَيَقُولُ أَنَا أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ قَالُوا يَا رَبِّ وَأَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ فَيَقُولُ أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا

Dari Abu Sa’id al-Khudri berkata, “Rasûlullâh ﷺ bersabda, ‘Sesungguhnya Allâh -Tabaraka wa Ta’ala- berfirman kepada penghuni surga: ‘Wahai penghuni surga!’ Mereka pun menjawab: “Kami penuhi panggilan-Mu selalu dengan penuh suka cita selalu’. Lalu Allâh berfirman: ‘Apakah kalian telah ridha dan puas?’ Mereka menjawab:’Mengapa pula kami tidak ridha? Padahal Engkau telah memberikan kepada kami segala yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu?’ Allâh pun berfirman: ‘Aku berikan kepada kalian sesuatu yang lebih bagus dari itu semua.’ ‘Mereka menjawab: ‘Wahai Rabbi! Apakah sesuatu itu yang lebih utama dari itu semua?’ Allâh berfirman: ‘Aku tempatkan ridha-Ku untuk kalian semua, sehingga Aku tidak akan pernah murka kepada kalian setelah itu selama-lamanya!’” (HR. Al-Bukhâri dan Muslim).

Rasul ﷺ juga bersabda dalam hadits riwayat al-Hakim dari Jabir bin Abdullah:

إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، قَالَ يَقُولُ اللَّهُ: هَلْ تَشْتَهُونَ شَيْئًا فَأَزِيدَكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: رَبَّنَا، وَمَا فَوْقَ مَا أَعْطَيْتَنَا؟ قَالَ: فَيَقُولُ: رِضْوَانِي أَكْبَرُ

Bila penduduk surga telah masuk surga, Nabi bersabda: Allâh berfirman: “Apakah kalian menginginkan sesuatu sehingga Aku tambahkan untuk kalian?” Mereka menjawab: “Wahai Rabb kami! Apakah gerangan sesuatu yang lebih agung daripada apa yang telah Engkau berikan kepada kami?” Allâh berfirman: “Ridha-Ku itu lebih besar lagi.” (HR. Al-Hakim).
Artinya ridha Allâh itu lebih besar daripada surga dan seisinya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Aku amat-amati apakah gerangan doa yang paling bermanfaat? Ternyata itu ada pada memohon pertolongan untuk mendapatkan ridha Allâh. Lalu aku dapatkan itu ada pada Surat al-Fâtihah dalam ayat, “iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” (hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-mu kami meminta pertolongan)”.
Jadi, meminta tolong kepada Allâh dalam rangka untuk menggapai ridha-Nya, itu adalah tujuan dan maksud yang paling agung, tujuan yang paling mulia dan tinggi.

Wahai Allâh! Bantulah kami dan bimbinglah kami dalam usaha menggapai ridha-Mu serta jauhkanlah kami dari murka-Mu .

Majalah As-Sunnah Edisi 06/XXVI

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More