Website Resmi Majalah As-Sunnah
Upaya Menghidupkan Sunnah

Mungkinkah Orang mati hidup lagi?

0

Pertanyaan : Saya membaca sebuah kitab, al Qaulul Jaliyu fi Hukmit-Tawassul bi Nabiyyi wal Waliyyi, karya as Salafi Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin ‘Abdus-salam Khidr. Dikoreksi dan diberi tambahan keterangan oleh Syaikh Ismail al Anshari.

Pada halaman 12 terdapat ungkapan, ‘demikian juga hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dengan sanadnya dari Tsabit, dari Anas, dia berkata : “Kami masuk mengunjungi seorang lelaki Anshar yang sedang sakit parah. Kami berada di sana sampai dia meninggal, lalu kami tutupkan kain ke jasadnya…” Dia berkata,”Lalu aku menyingkap kain dari wajahnya, kemudian kami makan bersamanya”.

Bagaimanakah pendapat ulama tentang kejadian ini? Mungkinkah ruh itu dikembalikan berkat do’a salah satu wali Allah. Kami mengharapkan penjelasan berdasarkan Kitab dan Sunnah. Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita dan Anda semua, meluruskan langkah kita, serta menjadikan akhirat kita lebih baik daripada dunia kita ini?

Jawab :

Pertama. Kami tidak mengetahui asal-muasal kisah tersebut. Seandainya benar terjadi, maka mungkin, meninggalnya tersebut -menurut pengetahuan mereka-, padahal sebenarnya ruhnya belum dicabut. Kejadian seperti ini terkadang menimpa orang yang menderita serangan jantung. Akan tetapi ruhnya belum dicabut, sehingga dia diam sejenak, lalu bergerak. Kemudian, sebagian orang menyangka bahwa ruhnya dikembalikan lagi setelah dicabut, padahal sebenarnya belum dicabut.

Kedua. Pengembalian ruh orang-orang tertentu oleh Allah setelah dicabut, mungkin terjadi dengan kekuasaan Allah سبحانه وتعالى . Namun untuk menetapkan kejadiannya, perlu ada dalil.

Ketiga. Di dalam al Qur‘an terdapat beberapa dalil yang mengisahkan tentang pengembalian ruh beberapa makhluk, karena adanya hikmah yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى . Di antaranya kisah seorang yang dibunuh Bani Israil. Allah سبحانه وتعالى berfirman :

﴿ وَاِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادّٰرَءْتُمْ فِيْهَا ۗ وَاللّٰهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ ۚ فَقُلْنَا اضْرِبُوْهُ بِبَعْضِهَاۗ كَذٰلِكَ يُحْيِ اللّٰهُ الْمَوْتٰى وَيُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ ﴾

 Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yangselama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman : “Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu!” Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. (QS al Baqarah/ 2 : 72-73).

Demikian juga pengembalian ruh Uzair1 dan himar (keledai)nya setelah (mati) seratus tahun. Allah سبحانه وتعالى berfirman :

﴿ اَوْ كَالَّذِيْ مَرَّ عَلٰى قَرْيَةٍ وَّهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَاۚ قَالَ اَنّٰى يُحْيٖ هٰذِهِ اللّٰهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ فَاَمَاتَهُ اللّٰهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهٗ ۗ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۗ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍۗ قَالَ بَلْ لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ اِلٰى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۚ وَانْظُرْ اِلٰى حِمَارِكَۗ وَلِنَجْعَلَكَ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَانْظُرْ اِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوْهَا لَحْمًا ۗ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗ ۙ قَالَ اَعْلَمُ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ﴾

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang-orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya.

Dia berkata : “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah roboh,”

maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya : “Berapakah lama kamu tinggal di sini?”

Ia menjawab : “Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari”.

Allah berfirman : “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang-belulang keledai itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami menutupnya kembali dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati),

dia pun berkata : “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS al Baqarah/2 : 259).

- Ilustrasi dan tataletak iklan oleh Admin web -

Di antaranya juga, Allah mengembalikan ruh burung dalam firmanNya :

﴿  وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۗقَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْ ۗقَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًا ۗوَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ࣖ ﴾

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata : “Ya, Rabb-ku, perlihatkanlah kepadaku, bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang yang mati,”

Allah berfirman : “Apakah kamu belum percaya?”

Ibrahim menjawab : “Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya”.

Allah berfirman :  “(Kalau demikian), ambillah empat ekor burung, lalu jinakkanlah burung-burung itu kepadamu, kemudian letakkanlah tiap-tiap seekor daripadanya di atas tiap-tiap bukit. Sesudah itu panggillah dia, niscaya dia akan datang kepada kamu dengan segera”.

Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS al Baqarah/2 : 260).

Wabillahit-taufiq, washallahu ‘ala Nabiyina Muhammad wa alihi wa shahbihi ajma’in.

Al Lajnatud-Da-imatu lil Buhutsil-ilmiyyah wal Ifta‘

Ketua : Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz.

Wakil : Syaikh ‘Abdur-razaq ‘Afifi.

Anggota : Syaikh ‘Abdullah bin Ghadayyan, Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud.

(Fatawa al Lajnatid-Da-imati lil Buhutsililmiyyah wal Ifta’, 3/126-128).


1) Menurut Syaikh Sa’di orang itu bukanlah Uzair

Majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun X/1427H/2006M

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More