Antum Disini
Halaman Utama > Artikel > Mabhats > Perbanyak Amalmu, Beratkan Timbanganmu

Perbanyak Amalmu, Beratkan Timbanganmu

catatan amal

Sebagai seorang Mukmin yang beriman kepada Allâh Azza wa Jalla dan hari akhir dengan segala peristiwa yang pasti akan terjadi pada Hari Kiamat itu, seharusnya kita bersikap seperti pedagang yang ingin meraih keuntungan. Artinya, kita harus memperlakukan usia dan kesempatan yang Allâh anugerahkan sebagai modal meraih kebaikan sebanyak-banyaknya, serta berusaha sekuat tenaga menihilkan keburukan. Semua demi meraih kebahagiaan sejati yang dijanjikan Allâh Azza wa Jalla lewat Rasul-Nya. Bukan sebaliknya, mengalami penderitaan & penyesalan tiada tara, dimana saat itu penyesalan sudah tak berguna sama sekali.

Diantara peristiwa yang pasti akan dialami oleh umat manusia di Hari Kiamat nanti adalah pembagian catatan amalannya selama hidup di dunia, sekecil apapun amalan itu dan kapanpun dia melakukannya, yang baik maupun  buruk. Inilah yang diberitahukan oleh Allâh Azza wa Jalla dalam kitab-Nya dan lewat lisan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan perkataan para peramal, sebagaimana tuduhan orang-orang yang tidak jelas.
Orang-orang yang menerima catatan amalannya melalui tangan kanan akan berbahagia. Allâh Azza wa Jalla berfirman, yang artinya, “Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.” (QS. Al-Insyiqâq/84:7-9)
Sedangkan, yang menerimanya melalui tangan kiri atau belakang punggungnya, maka penyesalan dan derita akan menjadi bagiannya. Allâh Azza wa Jalla berfirman, yang artinya,

“Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak, “Celakalah aku”. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. Al-Insyiqâq/84:10-12)

Juga firman-Nya, yang artinya, “Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, Maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku.” (QS. Al-Hâqqah/69:25-29)
Juga firman-Nya, yang artinya, “Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Aduhai celaka kami! Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.” Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang juapun”. (QS. Al-Kahfi /18:49)

Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan kita termasuk orang-orang yang menerima catatan amal lewat tangan kanan. Dan di antara peristiwa selanjutnya yang juga pasti akan kita lalui pada Hari Kiamat adalah penimbangan amal. Semua amalan yang kita kerjakan akan ditimbang dengan timbangan terjujur, tiada mengandung kezhaliman sedikitpun. Allâh Azza wa Jalla berfirman yang artinya, “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat, maka tidak akan ada seorangpun yang dirugikan sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun, pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiyâ’/21:47)
Kaum Mukmin yang catatan kebaikannya lebih unggul daripada catatan keburukannya, merekalah orang-orang beruntung yang akan meraih kebahagiaan sejati.
Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang timbangan kebaikannya ringan, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami.” (QS. Al-A’râf/7:8-9)

Tiada kata lain bagi setiap insan yang beriman kepada Allâh Azza wa Jalla dan Hari Akhir, selain mempersiapkan diri menyongsong hari yang sangat menegangkan itu. Memperbanyak kebaikan untuk menambah berat timbangan kebaikannya, demi meraih kebahagiaan sejati yang menjadi idaman seluruh umat manusia. [ ]

# Intisari dari Mabhats Majalah As-Sunnah edisi 08 Thn. XXIII Rabiul Akhir 1441 H / Desember 2019 M

Leave a Reply

Top

Bagian Pemasaran Majalah As Sunnah

Hubungi Kami